Rabu, 29 Agustus 2012

Sky Bridge [ CHAPTER 1 : DONGENG ITU NYATA! ]


Desclaimer                      : Gintama dan aset-asetnya hanya milik Hideaki Soraichi. Akane-chan hanya pinjam sebentar.
Author                             : Akane Ukitake
Fandom                           : Gintama
Genre                              : Humor (Ini diragukan), Friendship (Ini juga diragukan)
Warning                          : GaJe, Semi A.U,OOC, Typo, Garing, Kurang penggunaan EYD, d.l.l

***HAPPY READING!***


***CHAPTER 1***


DONGENG ITU NYATA!


            “Gin-san, kenapa kau disini? Bukannya kau tadi bilang ingin jalan-jalan sebentar?” tanya seseorang dari balik pohon.

            “AKH! Kenapa kau mengikutiku Pattsusan! Aku sudah menyuruhmu untuk menjaga toko! 
Bagaimana kalau ada klien, ah?” balas Gintoki yang tampak kaget dengan munculnya seseorang berkacamata yang sangat ia kenal.

            “Sudah kusuruh Kagura-chan untuk menjaganya!” balas orang berkacamata tersebut.

            “EH? Kau suruh monster itu untuk menjaga toko?! Dasar bodoh! Ia bisa-bisa menghancurkan 
Yorozuya!” seru Gintoki. Ia membalikkan badannya menghadap orang berkacamata tersebut.

            “Pulanglah, Shinpachi! Jaga toko!” perintah Gintoki seolah mengusir Shinpachi jauh dari sana.

            “Kalau kau peduli dengan keselamatan Yorozuya dan rumahmu, kau juga harus pulang,” ucap Shinpachi sambil memperbaiki letak kacamatanya. “Lagipula disini anginnya sangat kencang. Ayo, pulang Gin-san! Kau bisa masuk angin!”

            “ Sudahlah, sana pulang! Anak kecil tidak boleh menasehati orang dewasa!” Gintoki tampak acuh tak acuh dengan perkataan Shinpachi sebelummya.

            “ SIAPA YANG KAU BILANG ANAK KECIL, AH? YANG SEPERTI ANAK KECIL ITU KAU!” seru Shinpachi tidak terima.

            “Baiklah. Kalau begitu, kau seperti ibuku yang menyuruhku pulang seusai bermain,” kata Gintoki. Ia membalikkan badannya dan duduk lesehan di atas rumput yang masih basah dengan embun. Ia mendorong Shinpachi agar sedikit menjauh dari pohon besar yang sempat jadi tempat persembunyian Shinpachi tadi. Setelah Shinpachi bergeser, ia merebahkan punggungnya di batang pohon tersebut.

            “Jadi, kau kesini hanya untuk tiduran dan tidak bekerja?! Kau terlalu kekanak-kanakan Gin-san! Ayolah! Kau juga harus sadar bahwa kita belum membayar uang sewa selama 2 bulan! Apa kau tidak ingat, apa yang dilakukan Otose-san pada kita minggu lalu?!” ucap Shinpachi.

            “Nenek tua itu dan kucing peliharaannya mencegat kita dan men-smackdown kita sampai tak berdaya, bukannya begitu?” pria berambut keriting itu malah membalik pertanyaan pada Shinpachi.

            “INI SERIUS!” Shinpachi makin naik darah.

            “ Ah? Sudah kuberikan jawaban yang sesuai kan?!” Gintoki tampak tak acuh dengan perkataan Shinpachi.

            “ Lagipula, apa yang kau tunggu disini? Yang kulihat hanya lapangan berumput yang luas,”tanya Shinpachi.

            “ Entahlah, aku juga tak tahu,”

            “…..”

            “Ah? Apa?”

            “BAKA, UNTUK APA KAU KESINI, AH! PULANG DAN CARILAH UANG!” Shinpachi langsung menghajar pria berambut perak tersebut sampai mimisan. Gintoki langsung tepar seketika.
            “Kau sangat keras kepala sekali, Shinpachi!”

            “Kalau begini, aku jadi penasaran dengan apa yang kau tunggu!” kata Shinpachi.

            “Kau itu terlalu K-E-P-O dengan urusan orang lain! Nanti aku akan pulang membawa uang!” seru Gintoki sambil mendorong-dorong Shinpachi dengan kakinya.

            “Dengan tidur dan malas-malasan disini, kau bisa mencari uang?  Seberapa bodoh kau?!” sindir Shinpachi.

            “JANGAN MENGATAKANKU BODOH, MATA EMPAT!”

            “Baiklah, aku akan disini untuk memastikan bahwa kau bisa mendapatkan uang!” ucap Shinpachi seolah menantang Gintoki

            “Cih..Zura lama sekali! Apa yang dilakukan oleh perempuan seperti dia? Berdandan untuk menemuiku?”

            “OI, KATSURA-SAN ITU LAKI-LAKI!” Shinpachi makin histeris saja melihat tingkah bosnya tersebut. Namun, Gintoki tampak santai saja mengatakannya.

            “Rambutnya yang panjang mengingatkanku pada iklan S*N**L*K (sensor), hitam, lebat dan panjang!” kata Gintoki.

            “Oi, jangan kau katakan slogannya, kalau begitu para reader akan tahu iklan itu. Apa gunanya disensor?” Shinpachi jadi sweetdrop.

            “Tenang saja, itu hanya iklan lama, tak akan ada yang mengingatnya!”

            “Hohoho, ini membuktikan kau sangat memperhatikan televisi dan tidak pernah bekerja!” sindir Shinpachi.

            “Diamlah, Pattsusan! Kau malah menurunkan imageku di depan para wanita cantik yang sedang membaca cerita ini! Apa kau tidak tahu, kita sekarang sedang krisis penonton, terutama anak-anak!”

            “Anime ini memang tidak cocok untuk anak-anak, Gin-san! Terlalu banyak sensor, dan pasti mereka akan bertanya, ‘Apa itu okaa-san? Apa aku juga punya ******?? Apa Gin-san itu penggangguran okaa-san? Apa penggangguran itu menyenangkan?’ atau mereka yang lebih suka memikirkan jawaban akan berkesimpulan seperti ini, ‘Jadi pengangguran seperti Gin-san adalah hal yang menyenangkan!’ aku malah kasian pada mereka!” jelas Shinpachi dengan muka serius.

            “Oi, apa maksudmu menjelekanku di tengah cerita ini, ah?! Bukannya kau juga membawa dampak penyakit!” seru Gintoki.

            “DAMPAK NEGATIF BUKAN DAMPAK PENYAKIT!”

            “Oh, ya sekarang kau mengakuinya!” ujar Gintoki tersenyum sinis.

            “Teme! Ternyata kau menjebakku! Dasar Tennen Paama!”

            “Oh, kau tidak percaya? Baik akan kukatakan! Pertama, anak-anak akan berkata seperti ini, ‘Aku tak mau lama-lama menonton televisi karena bisa menjadi mata empat seperti Shinpachi! Huwaa pasti mengerikan!” kata Gintoki memperjelas tuduhannya.

            “EH? BUKANNYA ITU DAMPAK POSITIF? BUKANNYA ITU BAGUS?” Shinpachi makin tidak terima.”Dan dalam anime ini, sepertinya hanya aku yang NORMAL!”

            “NORMAL? Menyukai seekor ulat , bisa dibilang normal?” Gintoki makin mendesak Shinpachi. Hohoho, pertempuran makin memanas!

            “ARE? JANGAN MENGEJEK PANDEMONIUM-SAN!”

            “Hai! Sudah kuduga kau Punch Line yang tidak berguna!”

            “EH? KENAPA?” Shinpachi makin histeris. Dan sebenarnya author sudah capek untuk menekan Caps Lock  karena menulis huruf besar semua di dialognya.

            “Author, ganti suasana donk! Kapan Zura muncul? Aku yang memerankannya malah bosan dengan suasana seperti ini! Oi, Author!”

            Author : “Hai! Sebenarnya aku juga sudah mulai bosan dengan Shinpachi. Shinpachi kau out! Zura masuk adegan!”

            “OI, KENAPA AKU MALAH DIUSIR?” Shinpachi makin histeris sampai rambutnya lepas semua dan botak.

            “PENJELASAN APA ITU, AKU TIDAK BOTAK, BAKA!” Shinpachi makin meronta-ronta pada author agar tidak keluar dari adegan. Author malah binggung dengan actor murahan seperti ini.

            “SIAPA YANG KAU BILANG AKTOR MURAHAN !” Shinpachi makin menghina author. Oke, berarti ini duel sungguhan antara Shinpachi dan author!

            “EH? DUEL? MAKSUDNYA? KENAPA?” Shinpachi bertanya-tanya dengan penjelasan author. Dan author tidak mengerti kenapa dialognya hampir semua di Caps Lock.

            “Oi, kalian berdua! Kapan benang merah? Ini sudah hampir menghabiskan 4 halaman! Zura juga belum datang! Bagaimana ini?” Gintoki mencoba melerai perdebatan antara makhluk 2 dimensi dan makhluk 3 dimensi yang dialiri darah.

            Author : Gomenasai Gintoki-sama! Ini, kulemparkan Zura!

            “Are? Lempar?”

            BRUUKK…

            “Dasar author sialan!” Katsura mengumpat pada author. Ia juga terlihat mengelus-ngelus pantatnya yang terasa sakit.

            “Oi, Zura kalau kau ingin jatuh dari langit, perhatikan tempatmu!”

            “Zura janai, Katsura da!” kata Katsura sambil melihat tempat jatuhnya yang terasa empuk sejak tadi.

            “Oi, BANGUN DONK! KAU KIRA AKU BANTAL DUDUK YANG EMPUK?! TULANGKU BISA PATAH SEMUA!” Gintoki meronta-ronta dibawah Katsura yang mendudukinya.

            “Gomenasai, kukira kau bantal duduk yang telah disediakan oleh author, Gintoki-kun!” ucap Katsura tampak tidak bersalah.

            “Sialan!”

            “Anu, kenapa kau dipanggil Gintoki-sama, Gin-san?” tanya Shinpachi.

            “Hohoho, bukannya itu bagus. Kau iri bukan?” balas Gintoki tinggi hati.

            “Sama sekali tidak. Bisa-bisanya dia memanggil penggangguran sepertimu dengan embel –embel ‘-sama’! “ sindir Shinpachi.

            “Gintoki-kun, kau datang kesini? Mencari Jamban Langit?” tanya Katsura polos.

            BRUAK…

            “JEMBATAN LANGIT, BAKA!” koor Gintoki dan Shinpachi berbarengan. Mereka menghajar Katsura sampai tepar tak berdaya (alah bahasanya).

            “Ita…ita…Gomenasai minna-san!” ucap Katsura dalam keadaan sekarat.

            Author : “CUT! MANA EKSPRESINYA?! Uhuk..uhuk…Gintoki-sama sudah bagus kok, lanjutkan, sayang!” –khayalanauthor-

            “Hai! Arigato Gonzaimasu, Akane-chan!” seru Gintoki sambil memamerkan senyum manis dan menawan. (authorlangsungmeleleh)

            “Ah…Gara-gara author demen sama Gin-san. Gin-san jadi gak dimarahi. Dasar Curang!” umpat Shinpachi yag merasakan ketidakadilan author pada character pinjamannya.

            “Yah, sudahlah Shinpachi-kun. Ini lebih baik daripada kita tidak bermain peran karena vakum untuk beberapa bulan ini.” Sahut Katsura.

            “Aku tak sabar menunggu bulan Oktober!” seru Shinpachi.

            “Menunggu ulang tahunku?” tanya Gintoki yang tiba-tiba masuk percakapan antara Katsura dan Shinpachi.

            “SIAPA YANG MENUNGGU ULANG TAHUNMU? AKU TIDAK PEDULI!” jawab Shinpachi kesal.

            “Lalu untuk bulan Oktober?” tanya Gintoki polos.

            “Ah, Gintoki-kun tidak tahu? Kita akan bermain peran lagi bulan Oktober. Yah, itupun baru kabar angin,” jelas Katsura sambil menggosok-gosok jenggotnya. (tunggu! Katsura punya jenggot?)

            “Apa yang dikatakan oleh angin? Mereka membicarakan kita,” tanya Gintoki tidak mengerti.

            “DASAR OTAK LOLA!” seru Katsura dan Shinpachi yang mulai dongkol dengan main character dalam cerita ini.

            “Kau sungguh bodoh, Gintoki-kun!” ejek Katsura.

            “DIAM KAU, ZURA!”

            Author : “Oi, focus ke jalan cerita!”

            Shinpachi mangut-mangut mendengar perintah author “Yah, benar. Kita di luar jalan cerita, tepatnya di trotoar cerita!”

            Author : “Memang jalan raya!”

            “Gintoki-kun, apa kau menunggu jembatan langit?” tanya Katsura.

            “Eh? Kenapa kau tahu hal itu?”

            “Baka, Kita punya satu guru yang sama!” jawab Katsura sambil menjitak kepala Gintoki.

            “Ita, Sakit!” seru Gintoki.

            “Jangan merengek seperti anak kecil,Gintoki-kun!” peringat Katsura

            “SIAPA YANG KAU BILANG ANAK KECIL, AH? Aku kesini karena…”

            “Ini hari ke-110, dalam tahun Naga!” ucap mereka bersamaan.

            “Jangan menguntit ucapanku, Gintoki-kun!” kata Katsura.

            “Jangan menasehatiku lagi, Zura!” balas Gintoki kesal.

            “Zura janai! Katsura da!”

            Di tengah perdebatan antara Gintoki dan Katsura, Shinpachi mengangkat tangannya seperti siswa yang kebinggungan dengan penjelasan gurunya.

            “Gomenasai maksud kalian dengan hari ke-110 dalam tahun naga?” tanya Shinpachi.

            “Ah?”

            “Maksudku, bukannya tahun baru baru beberapa bulan lalu? Kenapa 110 hari? Bukannya tidak pas dengan bulan Agustus?” jelas Shinpachi.

            “Are…”

            “Anggap saja seperti itu, Shinpachi! Kita juga menayangkan episode tentang Natal di bulan Maret dan episode tahun baru di bulan April! ” jelas Gintoki.

            “BUKAN SEPERTI ITU MAKSUDKU!’ seru Shinpachi.

            Author : “Jangan banyak omel Shinpachi, focus ke cerita! Gintoki-sama benar!”

            “ARE? DENGARKAN PENDAPATKU AUTHOR !”

            Author : “Pendapatmu tidak penting!”

            “…..” Shinpachi langsung sweetdrop.

            “Kukira kau tak percaya tahayul, Zura!” kata Gintoki.

            “Zura janai, Katsura da! Dan itu bukan tahayul Gintoki-kun!” jawab Katsura.

            “Maksudnya dengan tahayul?” tanya Shinpachi. Mendengar pertanyaan Shinpachi, Gintoki dan Katsura saling berpandangan dan balik menatap Shinpachi.

            “Apa?” tanya Shinpachi.

            “Ah, anak-anak jaman sekarang sudah tidak pernah mendengar dongeng lagi,” keluh Gintoki.

            “Ya, padahal di dalam dongeng terdapat banyak petuah hidup yang patut dicontoh,” sahut Katsura.

            “OI, KENAPA KALIAN SEPERTI BAPAK-BAPAK, AH!” seru Shinpachi.

            “Namun, itu sebenarnya bukan dongeng, Shinpachi! Itu nyata, benar-benar nyata!” kata Katsura.

            “Maksud Katsura-san?” tanya Shinpachi tidak mengerti.

            “Jembatan Langit, adalah sebuah jembatan yang menghubungkan antara kerajaan langit dan bumi. Jembatan ini muncul pada hari ke-110 dalam tahun Naga. Para pelangit akan membuka gerbang langit. Namun, yang bisa menyeberangi Jembatan Langit hanya orang yang sabar dan tabah. Tentu saja baik hati,” jelas Katsura.

            “Kau seperti mengajari anak kecil, Zura!”

            “Zura janai, Katsura da!”

            “Benarkah cerita itu Gin-san?” tanya Shinpachi sambil menatap Gin-san yang asyik termenung sendiri.
            “Ah, kalau itu kerajaan berarti….”

            “Benar! Kalau disana kerajaan langit, berarti…”timpal Katsura.

            “Berarti….”

****TO BE CONTINUED****


 Huwaa, akhirnya selesai juga Chapter 1, minna-san! Gomenasai kalau masih abal, GaJe, dan hancur. Gomenasai, minna-san!

Ini fanfict saya pertama di fandom GINTAMA. Gomenasai kalau benar-benar GaJe. Aduh, gomenasai minna-san! (merasaberdosa). Story kali ini adalah dongeng khayalan saya, jadi Gomenasai kalau ceritanya aneh. Aduh, Gomenasai!

Saya benar-benar masih penulis pemula. Bagi senpai-senpaiku yang baik hati (ditabok) tolong tinggalkan komentar ya? Onegai, Senpai! Komentarnya pasti akan berguna bagi Akane-chan!

Spesial Thanks untuk yang telah bersedia membaca dan memberi komentar fanfict Akane-chan, semoga pahalanya makin banyak.  Arigato, minna-san!

Salam GINTAMA MANIA!

Senin, 27 Agustus 2012

Teman Jejepangan Paling Asyik!


Konbawa Minna-san!

Huwaa! Saya bingung mau posting apa. Maunya beberapa postingan yang special, saya simpan untuk bulan Oktober dan publish hari Rabu. Terus sekarang, apa yang bakal Akane-chan publish?

Oke, Akane-chan bakal ceritain tentang teman yang asyik banget diajak Jejepangan! Ya, akhirnya saya berhasil menebarkan virus animeholic ! Hahahaha…!!! (Ketawa GaJe mirip Sakamoto-san)

Namanya Damayanti. Anaknya baik, pinter, rajin, rajin menabung, suka membantu .Intinya, anaknya baik dan pinter. Kemarin, habis dapat juara 1 Olimpiade Astronomi! Keren! Sugoi de..!! Saya yang ikut Olimpiade Fisika, gak dapat apa! Hahahaha…(Ketawa khas Sakamoto-san!)  Ya, otak saya standar masih rata-rata. Maklum kalau gak menang. Hahahaha (Ketawa lagi)

Dia juga salah satu Fans Gin-san! Jadi, kalau udah liat bareng pose epic Gin-san, Huwaa! Langsung deh, histeris bareng! Kadang juga, meratapi nasib kalau Gin-san dekat sama perempuan lain –patahhati-, kadang hore-hore bareng kalau lihat Best Fight dan Epic Fight Gin-san, atau ketawa bareng kalau lagi adu character paling konyol di GINTAMA. Aduh, klop banget bareng dia! Kadang pagi-pagi, saya udah ke kelasnya cuman kasik tahu episode GINTAMA yang udah saya tonton. Kebetulan kelas saya sama Damayanti sebelahan jadi gampang. Saya 9.1, Damayanti 9.2.

Damayanti bilang ke Akane-chan, kalau dia mulai suka anime, sejak saya suka nyamperin kelasnya waktu kelas 8. Maklum, dulu saya gak terlalu sering ke kelasnya. Habis, jauh! Dulu saya 8.1, dia 8.3. Apalagi dulu , Akane-chan dapat piket di kebun, jadi, sering gak keburu.

Ceritanya (Jiah!) Saya main ke kelas Nee-san dan Senpai saya yang kebetulan juga di kelas 8.3. Habis minta GINTAMA sama Nee-san, saya gak sabaran buat nonton dan nonton di kelas 8.3 (kebetulan lagi hari bebas). Damayanti yang penasaran lihat saya ketawa ngakak sendiri (biasa kumat), langsung nyamperin saya dan tanya kesaya. Mulai deh, saya sedikit demi sedikit jelasin tentang anime dan GINTAMA terutama Gin-san.

Pelan-pelan tapi pasti, pendekatan saya berhasil (jiah bahasanya!). Damayanti mulai suka sama GINTAMA walau tidak segila Akane-chan. Sekarang, kemana-mana sering bareng. Yang diobrolin cuman Gin-san! Hahaha…
Kalau satu hari tidak ngomongin Gin-san. Serasa seperti makan sayur tanpa garam!

Sekian, minna-san!
Arigato Gonzaimasu! 

Rabu, 22 Agustus 2012

[Tugas Sekolah] Deskirpsi Negara MEKSIKO

Konbawa Minna-san!
Artikel dibawa ini, merupakan tugas sekolah saya yang saya harus berikan kepada teman saya. Jadi, untuk Nadya, teman saya. Silahkan copy dan paste. Kalau ada bagian yang ditanyakan bisa menghubungi saya lewat SMS. Arigato!


Meksiko



                a. Keterangan Lengkap Negara

Nama Internasional      : The United Mexican States
                Luas Wilayah               : 1.972.549 km2
                Ibu kota                     : Kota Meksiko (Mexico City)
                Bentuk pemerintahan  : Republik
                Kepala Negara             : Presiden
                Bahasa                       : Spanyol
                Agama Mayoritas         : Katolik
                Mata uang                  : Peso Meksiko
               

                b. Keadaan Alam
Negara Meksiko terletak di Amerika Tengah, mempunyai luas wilayah 1.972.549 km2. Letak Astronomis wilayah Meksiko pada 150 LU dan 320 LU dan antara 870 BB – 1170 BB. Batas-batas wilayah Meksiko antara lain   :
                                     -Selatan    : Samudra Pasifik
                                     -Utara       : Amerika Serikat
                                   -Timur      : Teluk Mexico, Laut Karabiam Belieze dan Gautemala

Negara Meksiko sebagaian besar terdiri dari dataran tinggi. Terdapat deretan pegunungan Siera Madre Barat dan Siera Madre Timur. Diantara 2 pegunungan ini terdapat dataran tinggi Plato Anahuac. Beberapa gunung berapi yang penting yaitu Gunung Gillattepeti, Chaputere dan Las Casites. Dataran rendah terdapat di semanjung California dan bagian sekitar teluk Meksiko dan daerah semananjung Yucatan. Dibagian utara beriklim sub Tropik, dibagian timur menurunkan hujan, kea rah barat intensitas hujan semakin berkurang. Negara ini sangat cocok untuk berbagai tanaman tropis seperti rempah-rempah, coklat, kopi, pisang, d.l.l. Selain itu banyak tanaman bunga yang berwarna menarik dan indah dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu negara Meksiko disebut “Negeri Kembang”

c. Penduduk

Terdapat berbagai macam suku bangsa yaitu, Bangsa Meistis, Bangsa Indian (Aztek, Mixtek, Zapotek, Maya, d.l.l) dan Bangsa Kankasia. Penduduk Meksiko sebagaian besar adalah keturunan bangsa Spanyol yang disebut Meitis. Katolik Roma merupakan agama tersebar yang dianut rakyat Meksiko diikuti oleh agama Protestan. Jumlah penduduk Meksiko dari waktu kewaktu terus meningkat tajam karena menurunnya angka kematian dan semakin majunya bidang pengobatan. Pemerintah Meksiko berusaha mengurangi masalah kependudukan dengan membangun rumah sakit, sekolah dan sosialisasi di desa-desa dan sekolah.

d. Perekonomian

Pertanian              : Jagung, tebu, kurma, kacang, pisang,   tembakau, d.l.l

Peternakan                 : Sapi, domba, kuda, ayam. Sektor ini juga menghasilkan susu, keju, daging, telur dan bulu domba

Pertambangan            : Perak, emas, nikel, timah hitam dan tembaga.
       
        Perdagangan               :  
                                  
                               -Ekspor   : bahan mentah, hasil pertanian,                            minyak, alat-alat pertanian

-Impor      : Mesin-mesin industry dan bahan pangan
               
               Pariwisata                    : Daerah Meksiko dikenal memiliki air pantai                   yang hangat yaitu pantai Acapulko. Daerah ini sangat terkenal dengan panoramanya dan banyak menarik perhatian para wisatawan.

Minggu, 19 Agustus 2012

Justaway GINTAMA !


Konichiwa minna-san ! Hari yang cerah bukan?
Sambut hari yang fitri ini! Akane-chan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriah! Mohon  Maaf Lahir dan Bathin,
Hari ini, Akane-chan mau bahas satu hal yang mungkin baru kepikiran. Tentang Justaway!
Yups, benda yang aneh ini selalu deh ada di GINTAMA.  Kadang ada di opening, di ending, bahkan  di dalam anime sebagai benda tidak berguna . Sekarang, Akae-chan baru tahu kalau Justaway banyak macamnya, bukan yang biasa seperti di bawah ini saja.
Oke, Akane-chan akan perlihatkan satu persatu

Yang pertama!
Ini Justaway sebagai  BOM! Ya, kalau ini sih semua juga sudah tahu ya….-PLAK-






Yang Kedua!
Justaway sebagai hiasan yang biasanya ada di depan rumah dan berbunyi ketika ditiup angin,
Saya punya juga kok, tapi bukan berbentuk justaway ya,




Yang Ketiga!
Justaway sebagai TANK. Hohoho, keren ya…Kalau TANK TNI seperti itu lucu juga. Buat semua musuh kabur, hahaha .
Ups, kelupaan! Namanya bukan Justaway lagi tapi Justtank!





Yang Keempat!
Huwaa! Sumpah bagian ini lucu banget . Namanya The Neo Armstrong Cyclone Jet Armstrong Cannon’s, hahaha! Pertamanya saya tidak yakin ini pernah muncul. Setelah saya bongkar semua video GINTAMA sampai berantakan di dalam notebook –sampaitergelaktakberdosa-. The Neo Armstrong Cyclone  Jet Armstrong Cannon’s ini pernah disebutkan dan muncul di episode 38 dan 57. Inilah The Neo Armstrong Cyclone Jet Armstrong Cannon’s! Mirip Justtank ya!


Yang Kelima!
Justaway sebagai jam beker. Sebenarnya ini tambahan saya saja. Karena saat Polling Character , Akane-chan melihat Justaway seperti jam beker. Jadi, Justaway juga bisa jadi Jam Beker. Namanya adalah Justime! Ups, tambahin ya. Ini jam bekernya Gn-san lho! 





Oke, itulah yang Akane-chan tahu tentang Justaway. Ternyata benda aneh ini punya peran penting juga.
Sekian minna-san! 

Sabtu, 18 Agustus 2012

Promise With You


I have no regrets over what has been born,
Like the feeling after a festival, it’s sad but we should move on,
I’ll go anywhere, you  know that,
I’ll grant your dream of happiness,
Even if I’m parted from you, now matter how far away,
I’ll be born again with the new morning,
The twists and turns of the time will change,
I don’t remember what happened anymore,
And I close my eyes again,
But when I open my eyes, someone’s beside me,
Somehow right now, that’s my greatest treasure,
Yes, you there with me now and keep you promise.

[Screenscaps] GINTAMA Part 1

Konichiwa minna-san!
Ogenki Desuka? Ramalan cuaca hari ini adalah.... -PLAK-
Ah~ saya malah jadi Ketsuno Ana. Habis kalau bilang "Ogenki Desuka" malah selalu ingat dengan Ketsuno Ana, padahal bukan ciri khas Ketsuno Ana bukan?
Yah, saya tidak habis pikir dengan diri saya sendiri -meratapinasib- 

Oke, sesi curhat selesai. Kita masuk kebagian request (sekarang mirip penyiar radio)
Sebenarnya cita-cita saya adalah penyiar radio,
Readers             : Gak Peduli!

Baiklah kali ini dari blog sebelah yang isinya :

"Akane-chan tolong upload screenscaps GINTAMA ya? Untuk yang Gin-san yang bagus-bagus ya!" 

Dengan pengubahan seperlunya 
Request dari http://swambelle.blogspot.com (Ayu)

Oke ! Untuk Ayu tenang saja. Akane-chan bakal kasik pose Gin-san yang cakep-cakep dan bisa buat Ayu histeris. Silahkan!


Pas banget kan? Wajah Gin-san kelihatan jelas!


Teknik grafis anime ini, memang patut di acungi jempol! Salut untuk para staff Gintama


Akane-chan suka banget nih pose malas-malasan Gin-san.


Gin-san, you're so Awesome!


Ah~ Gin-san! Tatapan matanya....~_~


Akh! Screensnaps yang paling buat Akane-chan histeris! Oh, Gin-san jangan berpaling hati! (APA?)


Bisa, bisa pita suara saya putus gara-gara lihat screensnaps ini! 


Gin-san! Onegai! Jangan berpaling dari hatiku! (Lebay banget!)


Kyaa! Gin-san! Onegai! Posenya! Aduh!


Gin-san! Berapa kali Akane-chan harus mengulang untuk mengetik "Onegai!" 


Eh? Episode ini bener-bener melatih kita untuk latihan vokal!


Gin-san! Apa yang kau lakukan? Oh!


Duh, manis banget senyumannya! Kyaa! Duh, Gin-san!


Seketika setelah melihat perempuan ini, pengin saya cepat-cepat akhiri bagian yang ini.Beruntung banget ya yang perempuan?




Kelihatannya pipinya Gin-san tembem ya?




Ada yang ingat 3 screensnaps di atas? 




Untuk Ayu, sedikit keterangan ya. Gin-san itu suka dengan parfait (es yang biasanya berisi buah) dan hobi banget baca JUMP (komik yang tokoh utamanya laki-laki), penyuka susu strawberry, fans dari Ketsuno Ana yang merupakan pembawa ramalan cuaca dan horoscope dan suka banget sama yang manis-manis. Suatu episode, karena tidak ada es parfait Gin-san memilih untuk memasukkan semua gula di toples ke dalam air mineral. Gin-san juga berusaha mengatasi kesukaannya terhadap JUMP karena merupakan pemborosan  menurut kedua bawahannya. Gin selalu berkata 
" Di dalam diriku sebenarnya aku masih anak kecil,"
Entahlah. Sepertinya ucapan itu membekas dalam ingatan saya


Gimana? Belum puas? 
Tenang masih ada yang part 2, Akane-chan akan kasik yang lebih bagus lagi.
Terimakasih atas requestnya dan gomen kalau postingnya telat, hehehe
Arigato...
Salam GINTAMA MANIA!